Penandatanganan MoU Bappedalitbang dengan UGM

Penandatanganan MoU Bappedalitbang dengan UGM

15 October 2025

Lubuk Linggau, 7 Oktober 2025 - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Lubuk Linggau resmi menandatangani nota kesepakatan (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta terkait pelaksanaan studi kelayakan Kawasan Industri Kota Lubuk Linggau. Penandatanganan berlangsung di Gedung Sekolah Vokasi UGM Jogyakarta, Selasa (7/10/2025), dalam suasana penuh harapan akan percepatan pembangunan ekonomi daerah. Kepala Bappedalitbang Kota Lubuk Linggau, H. Emra Endi Kesuma, SE, M.Si, menyatakan bahwa kerja sama strategis ini merupakan langkah krusial dalam mewujudkan visi Kota Lubuk Linggau sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera Bagian Selatan. “Studi kelayakan ini akan menjadi fondasi ilmiah dan teknis dalam perencanaan pembangunan kawasan industri yang berkelanjutan, inklusif, dan berwawasan lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Vokasi Prof. Dr. Ing. Ir. Agus Maryono., diwakili oleh Ibu Dr. Endang Soelistiyowati, S.Pd., M.Pd. Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Alumni selaku perwakilan dari UGM , menegaskan komitmen universitas untuk memberikan pendampingan komprehensif. “UGM akan mengerahkan tim multidisiplin meliputi ahli perencanaan wilayah, ekonomi regional, teknik lingkungan, serta kebijakan publik untuk memastikan hasil studi tidak hanya akurat, tetapi juga aplikatif dan selaras dengan potensi lokal serta tantangan global,” jelasnya.

Penandatanganan MoU ini disaksikan langsung beberapa civitas akademika UGM dan staf Bappedalitbang. Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bapak Dr. H. Umar Diharja, SP, M.AP, M.Psi mengatakan "kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi nasional dimana Kemitraan ini mencerminkan semangat gotong royong dalam membangun daerah. Dengan dukungan keilmuan UGM, kami yakin Kawasan Industri Lubuk Linggau akan menjadi katalisator investasi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegas Umar.

Studi kelayakan yang akan berlangsung selama enam bulan ke depan mencakup aspek-aspek teknis seperti ketersediaan lahan, aksesibilitas infrastruktur, potensi sumber daya alam, proyeksi ekonomi, serta kajian sosial-budaya masyarakat sekitar. Hasil studi diharapkan menjadi dasar pengambilan keputusan dalam penetapan lokasi, skala, jenis industri, serta mekanisme pengelolaan kawasanKolaborasi ini juga diharapkan menjadi model sinergi antara pemerintah daerah dan institusi akademik dalam mendorong pembangunan berbasis data dan keberlanjutan, sekaligus memperkuat peran Lubuk Linggau dalam peta investasi nasional.